Sabtu, 06 Desember 2014

Pesimisme dan Kegagalan dalam Kehidupan

Satu ketika terpaan getirnya kehidupan membuat putus asa memenuhi pikiran.
"betapa sulitnya, sudahlah. memang aku tak pantas"
"kenapa sih? kok begini jadinya? apakah aku terlahir untuk menderita?"
"selalu saja gagal. selalu saja berakhir tanpa keuntungan. payah!"
atau banyak lagi cetusan kekecewaan yang memenuhi pikiran.
gagal memperoleh impian. gagal mempertahankan team. gagal mencapai cita-cita.
lantas kecewa. lantas putus asa. lantas tak punya daya juang.
pesimis adalah detak jiwanya.
"alah, sudahlah. cuma buang waktu. pasti nanti gagal lagi"
"untuk apalah capek-capek. entar juga pasti bubar lagi. sok bisa aja"
"sudahlah. kan ada yang lain. tanggung jawab saya sudah lepas. lagian kalo saya, pasti gagal akhirnya"
bahkan banyak lagi ujaran bernada pesimis abis.
Demikianlah manusia. memang diciptakan sebagai makhluk penuh keluh kesah.
Tetapi, apakah keputusasaan itu akan memperbaiki keadaan?
akankah kepesimisan itu akan membahagiakan?
Pesimis adalah sebuah bentuk lemah jiwa. Putus asa adalah dosa yang membuat jiwa semakin merana. Tidak ada yang harus dipelihara dari kedua ini di dalam jiwa.
Ketidakberhasilan mencapai cita-cita adalah sebuah peluang untuk berusaha lagi. dan sebenarnya, berusaha itu adalah peluang mendulang pahala.
Memang tidak begitu mengenakkan jiwa jika kegagalan yang diperoleh. Akan ada kecewa dan itu wajar. Akan ada rasa bersalah dan itu sah-sah saja. Akan ada kebosanan dan itu lumrah saja.
Tidak selamanya jiwa akan tegar.karena jiwa bukanlah seonggok bangunan yang seperti itu-itu saja. dan bukan tidak mungkin dua hal tersebut (red: pesimis dan putus asa) adalah ujian jiwa. dan mungkin juga kedua hal tersebut adalah sebagai pintu menuju ridhanya setan.
Jika merasa belum berhasil maka latihlah jiwa bersabar. dan kembangkan pikiran untuk menjejali semua kemungkinan positif dibalik kegagalan itu. Setidaknya, tanamkanlah dalam jiwa bahwa lebih baik gagal daripada tak berbuat.
Merasa harapan tak lagi ada merupakan salah satu gerbang keputusasaan. Sebenarnya kehidupan ini disesaki keserbamungkinan. Mungkin berhasil. Mungkin gagal. Dan percayalah, harapan itu masih ada.
Mungkin akan hadir pertanyaan bagaimana harapan itu masih ada. sedangkan saya sudah berusia 25 tahun. sedangkan saya berharap masuk PTN dari jalur ujian masuk PTN.
Benar, dalam beberapa hal, kesempatan tak dapat diulang. Tapi, marilah dewasakan jiwa. Yakinkan hati, bahwa apa saja yang tak berhasil kita raih, ada kebaikan untuk kita. Sebab mungkin saja ada kejekan yang akan kita peroleh atau lakukan tatkala impian itu kita raih. mungkin. Ini bukan menghibur diri. Tapi ini cara kita mendidik jiwa agar senantiasa punya nafas segar untuk bergerak selalu.
Saat ini, kondisi kini, adalah hasil kerja dan semua aktivitas lampau. dan pasti, hasil semua aktivitas akan dituai di masa berikutnya. Itu artinya, tatkala kita senantiasa punya harapan dan membangun tembok dari keputusasaan, akan ada peluang dan kesempatan lain yang menanti. Raihlah.
Ada baiknya renungkan senandung lirik nasyid berikut:
Tak perlu ada panggung ratapan..
Untuk setiap Ujian yang datang..
Namun harus hadirkan kebangkitan..
Untuk terus maju menatap masa depan..
Kita masih hidup di langit yang sama..
Dengan hembusan angin yang tak berbeda..
Maka tak ada kata mundur kebelakang..
Karena matahari masih bersinar terang..
Cinta .. Kerja .. Harmoni ...
Mari kita wujudkan..
Dengan Cinta, Kita Bersama
Dengan kerja, Kita berkarya
Dengan Harmoni, Kita satu hati
Maka kan jayalah negeri ini..

(maidany)

Minggu, 15 September 2013

Keterlambatan dan Putus Asa

Sejenak kemudian Rayha duduk terdiam. Senyumnya tetap terpajang dengan rapi. Tapi tatap matanya tampak nanar membisu. Sorot matanya yang penuh semangat seolah lenyap tertukar oleh sinar keputusasaan. Terlambat. Itulah penyebabnya.

Di bulan yang lalu, sudah sebagian gajinya dipotong karena datang terlambat. Kebijakan baru yang ditetapkan perusahaan tempat Rayha bekerja, membuat Ia harus rela kehilangan sebagian gajinya setiap kali waktu gajian tiba. Pasalnya, Rayha sering hadir setelah jadwal masuk berlalu.

'Ini adalah hal sepele. Datang lebih awal. Pasti takkan ada lagi pemotongan gaji.' celetuk Rayha dalam batinnya.  Padahal Rayha bangun pagi tidak terlambat. Di sebagian besar harinya Rayha bangun sebelum waktu shalat Shubuh tiba.

Berbagai kiat sudah Ia coba. Dan yang terakhir adalah dengan mempercepat jam di rumahnya. Bahkan Jam tersebut dibuat lebih cepat satu jam dari normal. Begitupun Ia tetap tak pernah datang tepat waktu apalagi lebih awal.

Sampai suatu pagi, Ia terduduk lemas. Bahkan Ia rebahkan tubuhnya. Tatkala melihat jam, waktu masuk sepuluh menit lagi. adahal waktu tempuh ke tempat kerjanya sekitar 20 menit lebih. Pasrah. semua tulang belulang Rayha terasa remuk. Matanya nanar. Darahnya bergemuruh. Rayha merasa seakan ingin mengobrak-abrik seluruh isi rumahnya.

'Yachhh, terlambat lagi, telat lagi. Kalo begitu, mending santai ajalah. toh sudah terlambat. diburu juga sudah telat.; Raiha membatin dengan berusaha tersenyum. Jadilah Ia santai dan bergerak seolah tanpa emosi.

Pada gilirannya, kutukan demi kutukan Rayha alamatkan pada dirinya sendiri. Dasar manusia laknat. Di saat dituntut tiba di tempat kerja tepat waktu aja tidak bisa. Tapi kalo gajian mau gaji yang banyak dan mewah. Munafik. Tatkala melihat informasi kondisi para PNS yang telat, bencinya bukan kepalang. Tapi untuk dirinya sendiri, tak ada hari tanpa telat. Inikah pertanda menjadi penghuni neraka? Bagaimana mau mengurusi urusan yang berat dan banyak. sedangkan untuk hal sepele saja tak bisa. Takkah malu pada anak-anakmu yang berangkat lebih awal dan tak kenal kata telat tiba di sekolahnya? Orang lainkah yang menyebabkan keterlambatanmu?

Pikiran Rayha terus berkecamuk. Bahkan terpikir untuk berhenti dari pekerjaannya. Hari itu, hari keputusasaan seorang Rayha terhadap masalahnya yang sepele.



NB: Rayha adalah nama tokoh tanpa bermaksud mengalamatkan cerita ini kepada siapapun yang bernama sama dengan tokoh.
Salam semangat!!!

Sabtu, 07 September 2013

Sebuah visi

Visi merupakan raihan tertinggi. Ibarat pulau idaman, visi adalah pulau tempat berlabuh. Akan ada pulau-pulau yang disinggahi. Pulau-pulau kecil inilah yang berlaku sebagai misi.

Visi akan menentukan arah dan laju pergerakan. Keburaman visi akan membuat konsentrasi kerja tak jelas alias mood mood-an. sekarep ae...

Lalu, apa syarat visi?
Visi merupakan tujuan akhir. Tujuan final dari sebuah tindakan yang dilakukan. Dalam kehidupan, boleh terjadi ada visi-visi kecil. Visi yang ingin diraih dari sebuah agenda. Tapi, visi-visi itu selayaknya mendukung jalan menuju visi kehidupan pribadi. Berangkat dari kesadaran akan tiba masa pertanggungjawaban dii hadapan Allah swt., maka visi utama kehidupan harus berkaitan erat dengan masa tersebut. Maka, visi-visi kecil harus mengarah kepada visi utama. Contohnya, bila visi utama adalah mampu bertanggung jawab dengan baik di hadapan Allah. Maka visi-visi kecil harus mendukungnya, contoh; suksesnya acara tanpa beban hutang dan penzhaliman. Visi-visi kecil adalah misi utuk sampai pada visi utama.

Tujuan akhir harus penuh kebaikan. Baik kebaikan pribadi maupun komunitas. Kebaikan itu dinilai berdasarkan standar sang Maha Khalik, Allah swt. Tidak memakai standar kebaikan versi sendiri alias sekarep dewe...

Visi hendaknya realistik. Visi yang jelas tentu memilki kemungkinan besar terwujud. tidak boleh 50:50. Setidaknya, 51 untuk kemungkinan terwujud dan sisanya untuk kemungkinan tak terwujud. Jadi, perlu kecermatan resiko dari sebuah tindakan. Maka utamakan kebaikan untuk semua.

Selamat menyusun visi...!!!

Rabu, 04 September 2013

Popularitas via Kontes Haram

Terkenal. Hampir semua manusia mencitakan untuk menjadi terkenal. Apalagi individu media massa. Popularitas alias keterkenalan erat dengan kekayaan.

Inilah sebenarnya yang berada di dalam benak para penyelenggara Miss World 2013 di Bali. Mengenalkan Indonesia. Itu alasan resmi yang disampaikan agar terdengar nasionalis dan heroik. Pada intinya, kekayaan dan keterkenalan yang diincar.

Seorang yang mencalonkan diri sebagai Wapres 2014-2019, menjadi begitu antusias dengan penyelenggaraan kontes haram itu. Karena efek keterkenalan akan menghampiri dan menjadi harapannya agar rakyat Indonesia mengetahui tentangnya. Dan kelak akan dia banggakan sebagai kiprah luar biasa karena bersifat internasional.

Alasan kuatnya, sebenarnya adalah uang. Berapa nilai rupiah yang bisa diraup dari penyelenggaraan kontes haram tersebut?

Padahal, salah besar kalo mengenalkan Indonesia via kontes murahan alias 'kontes pelacur' seperti Miss World. Kontes itu menyalahi semangat UUD 1945, terutama dalam pembukaannya. Sungguh Tuhan yang Maha Esa tidak ingin hambanya menjadi ahli maksiat dengan 'menjual' keindahan tubuh wanita.

'Kontes pelacur' Miss world adalah bentuk penghinaan nyata kepada kaum hawa. Kontes itu adalah bentuk deskriminasi sosial terhadap wanita. Kenapa tak dibuat Mr. world? hadehhh....

Semoga Indonesia terjaga dari kaum egois yang mengatasnamakan Indonesia untuk kepentingan dirinya, seperti pelaksana 'Kontes Pelacur' Miss World 2013 di Bali

Mencapai Keterkenalan

Terkenal. Hampir semua manusia mencitakan untuk menjadi terkenal. Apalagi individu media massa. Popularitas alias keterkenalan erat dengan kekayaan.

Inilah sebenarnya yang berada di dalam benak para penyelenggara Miss World 2013 di Bali. Mengenalkan Indonesia. Itu alasan resmi yang disampaikan agar terdengar nasionalis dan heroik. Pada intinya, kekayaan dan keterkenalan yang diincar.

Seorang yang mencalonkan diri sebagai Wapres 2014-2019, menjadi begitu antusias dengan penyelenggaraan kontes haram itu. Karena efek keterkenalan akan menghampiri dan menjadi harapannya agar rakyat Indonesia mengetahui tentangnya. Dan kelak akan dia banggakan sebagai kiprah luar biasa karena bersifat internasional.

Alasan kuatnya, sebenarnya adalah uang. Berapa nilai rupiah yang bisa diraup dari penyelenggaraan kontes haram tersebut?

Padahal, salah besar kalo mengenalkan Indonesia via kontes murahan alias 'kontes pelacur' seperti Miss World. Kontes itu menyalahi semangat UUD 1945, terutama dalam pembukaannya. Sungguh Tuhan yang Maha Esa tidak ingin hambanya menjadi ahli maksiat dengan 'menjual' keindahan tubuh wanita.

'Kontes pelacur' Miss world adalah bentuk penghinaan nyata kepada kaum hawa. Kontes itu adalah bentuk deskriminasi sosial terhadap wanita. Kenapa tak dibuat Mr. world? hadehhh....

Semoga Indonesia terjaga dari kaum egois yang mengatasnamakan Indonesia untuk kepentingan dirinya, seperti pelaksana 'Kontes Pelacur' Miss World 2013 di Bali.

Jumat, 18 Maret 2011

kisi-kisi mid semester kelas xi-is

1. Personal Pronoun
2. Relative Pronoun
3. Tenses
    -simple present
    - simple past
    - simple future
    - present perfect
    - present continious
    - past continious
4. Conditional sentence

Halo semua, pernah denger personal pronoun? Pasti donk. Kalo dalam bahasa Indonesia personal pronoun misalnya: saya, dia (wanita), dia (pria), kamu dan mereka. Untuk benda dan binatang panggilnya apa ya? Hehehe.
Personal Pronoun (Kata Ganti Orang) adalah kata yang digunakan untuk menggantikan orang, benda, binatang atau hal lainnya. Personal Pronoun bisa digunakan sebagai Nominative (Subjek), Accusative (Objek), Possessive Adjective (Kata Sifat Kepemilikan) dan Possessive Pronoun (Kata Ganti Pemilik).

SUBJECT
OBJECT
POSSESSIVE
ADJECTIVE
POSSESSIVE
PRONOUN
I
ME
MY
MINE
YOU
YOU
YOUR
YOURS
THEY
THEM
THEIR
THEIRS
WE
US
OUR
OURS
HE
HIM
HIS
HIS
SHE
HER
HER
HERS
IT
IT
ITS

SUBJECT: terletak diawal kalimat
OBJECT: terletak setelah verb setelah preposition (kata depan)
POSSESSIVE ADJECTIVE: terletak sebelum noun
POSSESSIVE PRONOUN: sebagai subjek, sebagai objek

a. Kata Ganti Sebagai Subjek (Nominative Pronoun)
Nominative Pronoun (Kata Ganti Sebagai Subjek) diletakkan di awal kalimat. Nominative Pronoun terdiri dari:

I
Orang Pertama Tunggal (Aku)
You
Orang Kedua Tunggal (Kamu)
He
Orang Ketiga Tunggal (Dia untuk laki-laki)
She
Orang Ketiga Tunggal (Dia untuk wanita)
It
Orang Ketiga Tunggal (Dia untuk benda dan binatang)
We
Orang Pertama Jamak (Kami/kita)
You
Orang Kedua Jamak (Kalian)
They
Orang Ketiga Jamak (Mereka, untuk orang, benda dan binatang)


Examples:
Susan is a student - She is a student
Roger is a teacher – He is a teacher
You and I are students – We are students
Susan and Andy are students – They are students
The dog and the cat are fat – They are fat
You and Susan are students – You are students

b. Kata Ganti Sebagai Objek (Accusative Pronoun)
Accusative pronoun (Kata ganti sebagai objek) terdiri dari:

SUBJECT
OBJECT
I
ME
YOU
YOU
WE
US
THEY
THEM
HE
HIM
SHE
HER
IT
IT

Personal Pronoun sebagai objek terletak setelah verb (kata kerja) dan setelah preposition (kata depan).

Examples:
Mr. Bambang loves Mrs. Astuti – Mr. Bambang loves her.
I visit Mr. Rudi every Sunday – I visit him every Sunday.
She knows you and me – She knows us.
We meet Yuda and Yudhi everyday – We meet them everyday.
They like the cat – They like it.
I get the novels from Mrs. Nitya – I get them from her.

c. Possessive Adjective (Kata Ganti sebagai Milik)
Pronoun sebagai Possessive Adjecive diletakkan didepan Noun (Kata Benda) untuk menunjukkan kepemilikan.

I
MY
My name
YOU
YOUR
Your name
THEY
THEIR
Their name
WE
OUR
Our name
HE
HIS
His name
SHE
HER
Her name
IT
ITS
Its name

Untuk menunjukkan milik tidak menggunakan kata ganti (pronoun) tetapi menggunakan nama atau kata benda, digunakan apostrophe (tanda ‘) ditambah s dibelakang nama atau kata benda tersebut.
Tetapi jika berakhiran dengan huruf desis (seperti “s” atau “z”) cukup ditambah dengan tanda apostrophe (tanda ‘) saja.

Example:
Budi’s house (Rumah budi)
Rini’s house
My aunt’s car
My sister’s friend
Sulis’ cat
Agus’ hat

d. Possessive Pronoun (Kata Ganti Pemilik)
Possessive Pronoun adalah kata ganti yang menunjukkan milik yang menempati posisi Subjek, Objek atau Complement dalam sebuah kalimat.

SUBJECT
POSSESSIVE
PRONOUN
ARTI
I
Mine
Milikku
You
Yours
Milikmu
They
Theirs
Milik mereka
We
Ours
Milik kami / kita
He
His
Milik dia pria
She
Hers
Milik dia wanita


Catatan:
Bila tidak menggunakan Possessive Pronoun, untuk menunjukkan milik digunakan akhiran tanda “apostrophe” (‘) ditambah dengan “s”, tetapi apabila kata bendanya berakhiran dengan huruf desisi (misalnya s atau z) cukup ditambah tanda apostrophe saja.
• Joko’s (Milik Joko)
• My uncle’s (Milik pamanku)
• Rini’s (Milik Rini)
• Agus’ (Milik Agus)
• Lilis’ (Milik Lilis)
• Her sons’ (Milik anak-anak laki-lakinya)
• Mrs. Davis’ (Milik nyonya Davis)

Examples:
My car is the black one – Mine is the black one.
His wallet is beautiful – His is beautiful.
They like her skirt – They like hers.


Relative Pronoun

  • Relative Pronoun adalah anak kalimat yang berfungsi sebagai pengganti yang menggantikan kedudukan adjective dalam kalimat majemuk.

  • Fungsi Relative Pronoun :
  • 1. Who : digunakan untuk berhubungan dengan subjek ( orang )
  • 2. Whom : digunakan untuk berhubungan dengan objek ( orang )
  • 3. Which : digunakan untuk berhubungan dengan subjek/objek ( benda )
  • 4. That : digunakan untuk berhubungan dengan subjek/objek ( orang/benda )
  • 5. Whose : digunakan untuk berhubungan dengan kata ganti milik ( posessive )

  • Adjective Clauses : kedudukan adjective dalam kalimat majemuk.
Example :
  1. The man bought my car
  2. He was a lawyer
  3. Answer : The man who was a lawyer bought my car

  1. Cathrin is friendly
  2. she is my friend
  3. Answer : Cathrin who is my friend is friendly.


Conditional Sentences
Kategori: Grammar - Dibaca: 18933 kali

Conditional (Kalimat Pengandaian) menjelaskan bahwa sebuah kegiatan bertentangan dengan kegiatan yang lain. Conditional yang paling umum adalah Real Conditonal dan Unreal Conditonal, kadang-kadang disebut juga if-clauses.
Real Conditional (sering juga disebut juga dengan Conditional Tipe I) yang menggambarkan tentang mengandai-andai sesuai dengan fakta.
Unreal Conditional (sering juga disebut sebagai Conditional Tipe II) yang menggambarkan tentang pengandaian yang tidak nyata atau berimajinasi.
Ada juga Conditional yang ke-3 yang sering disebut dengan Conditional Tipe III, digunakan sebagai penyesalan yang terjadi di masa lampau dan zero conditional, digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang sudah pasti benar.
Catatan: Jika  klausa "if" diletakkan di awal kalimat, kita harus menggunakan �koma�. Sebaliknya jika klausa "if" berada di belakang, maka tidak perlu ada koma

Zero Conditional

Digunakan untuk mengekspresikan kebenaran umum. Tense yang digunakan biasanya Present Simple Tense

Rumus

(Klausa IF)
(Induk Kalimat)
If you heat water to 100�C,
it boils.
Atau
(Induk Kalimat)
(Klausa IF)
Water boils
if you heat it to 100�C,
Contoh:
  • If you drop an apple, it falls. = An apple falls, if you drop it.
  • If you don't do your homework, I will be disappointed. = I will be disappointed, if you don't do your homework.
Catatan: Pada tipe ini, �if� sering digantikan dengan "when"

Conditional I

Digunakan untuk mengekspresikan pengandaian yang dibuat berdasarkan fakta di masa sekarang atau masa yang akan datang dan pengandaian ini bisa saja terjadi. Klausa �if� biasanya dalam bentuk Present Simple Tense.

Rumus

(Klausa IF)
(Induk Kalimat)
If I see you tomorrow,
I will buy you a drink.
Atau
(Induk Kalimat)
(Klausa IF)
I will buy you a drink
if I see you tomorrow.
Kita sering menggunakan unless yang artinya 'jika... tidak.

Rumus

(Klausa IF)
(Induk Kalimat)
Unless you hand in your homework,
I won't mark it.
Artinya
If you don't hand in your homework,
I won't mark it.
Atau
(Induk Kalimat)
(Klausa IF)
I won't mark your homework
unless you hand it in.
Artinya
I won't mark your homework
if you don't hand it in.
Catatan: Kita tidak pernah menggunakan will, atau won't dalam Klausa IF.
Contoh:
  • If I have time today, I will phone my friend. = I will phone my friend, if I have time today.
  • If I go to England, I will buy some Cheddar cheese. = I will buy some Cheddar cheese, if I go to England.

Conditional Tipe II

Digunakan untuk mengekspresikan situasi yang tidak nyata di masa sekarang atau masa yang akan datang. Tipe ini digunakan untuk mengekspresikan sebuah harapan. Tenses yang digunakan dalam klausa IF adalah Past Simple Tense.

Rumus

(Klausa IF)
(Induk Kalimat)
If I won the lottery,
I would buy a new house.
Atau
(Induk Kalimat)
(Klausa IF)
I would buy a new house
if I won the lottery.
Catatan: Jangan gunakan would atau wouldn't dalam Klausa IF.
Contoh:
         If I were you, I wouldn't do that. = I wouldn't do that, if I were you.
         If I had more time, I would do more on my websites. = I would do more on my websites, if I had more time.

Conditional Tipe III

Digunakan untuk mengekspresikan sebuah kondisi di masa yang lampau yang tidak mungkin akan terjadi lagi. Sering digunakan untuk mengkritik atau penyesalan. Tenses yang digunakan dalam Klausa IF adalah Past Perfect Tense.

Rumus

(Klausa IF)
(Induk Kalimat)
If I had worked harder,
I would have passed my exam.
If I had worked harder,
I could have passed my exam.
If I had worked harder,
I should have passed my exam.
Atau
(Induk Kalimat)
(Klausa IF)
I would have passed my exam
if I had worked harder.
I could have passed my exam
if I had worked harder.
I should have passed my exam
if I had worked harder.
Catatan: Jangan gunakan would have atau wouldn't have, dll dalam Klausa IF.
Contoh:
  • If I hadn't helped you, you would have failed. = You would have failed, if I hadn't helped you.
  • If it had been sunny, we could have gone out. = We could have gone out, if it had been.  
  •  
  •  
  •  
  • untuk tenses, silahkan ikuti : http://www.belajaringgris.net/belajar-grammar-kumpulan-16-tenses-bahasa-inggris-lengkap.html

Selasa, 15 Maret 2011

ujian mid semester kelas x

1. Part of Speech
 a. noun
 b. verb
 c. adjective
 d. adverb
 e. conjunction
 f. interjection
 g.preposition
 h. pronoun

2. Tenses
a. Simple Present
b. Simple Past
c. Present Continious
d.Present Perfect
e. past continious
f. present future

3. descriptive text
you can describe something ; yourself, your town, your school 

Parts of Speech Table

This is a summary of the 8 parts of speech*. You can find more detail if you click on each part of speech.
part of speechfunction or "job"example wordsexample sentences
Verbaction or state(to) be, have, do, like, work, sing, can, mustEnglishClub.com is a web site. I like EnglishClub.com.
Nounthing or personpen, dog, work, music, town, London, teacher, JohnThis is my dog. He lives in my house. We live in London.
Adjectivedescribes a nouna/an, the, 69, some, good, big, red, well, interestingMy dog is big. I like big dogs.
Adverbdescribes a verb, adjective or adverbquickly, silently, well, badly, very, reallyMy dog eats quickly. When he is very hungry, he eats really quickly.
Pronounreplaces a nounI, you, he, she, someTara is Indian. She is beautiful.
Prepositionlinks a noun to another wordto, at, after, on, butWe went to school on Monday.
Conjunctionjoins clauses or sentences or wordsand, but, whenI like dogs and I like cats. I like cats and dogs. I like dogs but I don't like cats.
Interjectionshort exclamation, sometimes inserted into a sentenceoh!, ouch!, hi!, wellOuch! That hurts! Hi! How are you? Well, I don't know.

bisa dibuka: http://www.englishclub.com/grammar/parts-of-speech_1.htm

tuk tenses: http://www.belajaringgris.net/belajar-grammar-kumpulan-16-tenses-bahasa-inggris-lengkap.html

tuk descriptive text : http://ahmadzahrowi.wordpress.com/2009/03/16/descriptive-text/     dan lihat buku hlm 80.