Termenung dalam sunyi di lautan hening
terpekur menatap kosong jauh ke depan
terbayang semua peristiwa penuh kilau
membawa seperangkat kegalauan dan keputusasaan
Berbilang masa bersusun waktu
perjalaan waktu yang konstan
menarikan semua kejadian penuh konsentrasi
menyemburat dan memproklamirkan semua tanpa ambil peduli
gerakan tanga melamban
sejenak menghapus derai air mata
menahan sesenggukan yang dalam
menyiksa tenggorokan
ada pedih seperti disayat sembilu
sakit, teramat perih
bercampur dengan warna sesal
bersatu menghancurkan dinding harapan
terkenang masa dan tersadar akan kenyataan
didera kesamaan prestasi di setiap visi
tak kah ada hasil usaha yang patut dibanggakan??
haruskah berada dalam lubang yang sama?
sejenak terpekur dan terdiam
mengucurkan air mata sesal
merasa diri bernoda dan jorok
berdosa dan tak berbakti
tersadarkan jiwa walau sementara
tersadar hati walau kemudian terlena
dan terus berulang
tanpa makna dan capaian yang berkembang
inilah aku
ini lah diri dan jiwa serta hatiku
aku gagal
berdosa dan bernoda
terjerembab dalam nostalgia
tersngkur karena fitrah untuk mendapat pasangan
tersangkut dengan alasan ketiadaan
aku, sadar dalam kelemahan
kehilangan tujuan dalam kehangatan perjuangan
didera konsep dan harapan
yang membunuh semua harapan ketika tersadar
aku, terpuruk dalam kubangan nista dan dosa
berbalut serban kenakalan
berpayung kain nista dan kegagalan
ternyata aku gagal
aku
aku tak tahan
aku mau berubah
aku mau menjadi sang pejuang
pejuang yang bangkit dari keterpurukan
menjadi pelopor kebangkitan
walau tarikan pecundang jiwa
aku harus mampu hadapi
aku jatuh dan gagal
aku juga mau dan harus berubah
aku harus meniti jalan yang berduri
biarkan kamu mencela
menertawakan dan mengucilkan
aku tetap berdiri
meunjukkan aku, setidaknya untuk wanita tersayang, bunda
SMA swasta An Nizam Medan
-SAR-
Halaman ini untuk menjalin kekuatan informasi. Meretas lintas batas geografi untuk saling berbagi. Selamat berjuang. Bersama Pemuda Peradaban membangun peradaban islami.
Minggu, 07 November 2010
Rabu, 03 November 2010
Bagaimana Mencapai Hasil Hasil Lebih Besar Lagi
Setiap orang selalu saja memiliki naluri dan obsesi ingin meraih hasil hasil yang lebih besar dari waktu ke waktu .Tetapi tidak semua orang tahu bagaimana memulainya dengan tepat dan akurat . Akan tetapi waktulah yang akan menyadarkannya untuk melakukan hal hal berikut ini – begitu juga anada - sehingga bisa mencapai hasil hasil yang lebih besar .
1.Ubah Keyakinan dan Pikiran Anda yang Membatasi tentang Sukses
Semua bermula pada diri anda sendiri.Keyakinan anda terhadap sukses tidaknya diri anda sendiri dimasa depan amat mempengaruhi bagaimnan anda berpikir dan bertindak . Begitu anda yakin bahwa diri anda akan jauh lebih sukses dimasa depan , maka pikiran akan mencari cara bagaimana mewujudkan hal itu.Dan biasanya secara fisik anda akan bekerja seperti keyakinan dan arah pikiran anda.
Tetapi bagaimana memulai mengubah keyakinan sukses anda yang membatasi ? :
Anda dapat melakukannya dengan hal hal berikut :
a.Kenanglah lagi bagaimana dahulu anda berhasil meraih sukses demi sukses dalam kehidupan anda .
b.Ketahui lebih banyak cerita sukses orang orang disekitar anda.Cerita sukses mereka tentu beda dengan cerita sukses anda , baik dalam titik tolaknya , liku likunya , kualitas dan itensitas kejadiannya , kejutan kejutan yang terjadi sepanjang perjalannya .Dengan fakta ini adan tentu sudah selayaknya bercermin dan belajar dari cerita sukses mereka itu.Ini akan menambah bobot keyakinan anda
c.Telaahlah sejarah para Pendidik dan Pembimbing Besar kemanusiaan yakni para Nabi dan Rasul bagaimana mereka berhasil mengatasi persoalan persoaln yang mustahil diatsi menurut kalkulasi rasional .
2.Naikkan Standart Kerja Anda .
Semua kemampuan , kompetensi , prosedur kerja , serta target keja harus anda naikkan standartnya begitu anda menginkan hasil asil yang lebih besar.Ini karena anda tidak bisa bekerja dengan standart lama .Sebab hasilnya pasti sama dengan hasil sebelumnya. Anda membutuhkan standart baru dalam hal :
a.ilmu
jika anda bekerja dengan jumlah dan kualitas ilmu seperti saat saat sebelumnya dipastikan anda tidak akan banyak mampu memahami peluang peluang baru yang menjadi pintu masuk bagi terbuka dan tercapainya hasil hasil baru.
b.kompetensi
anda bisa melihat sendiri , sekarang ini begitu banyak kita menemukan sarana komunikasi , transportasi , edukasi dan lainnya dibuat untuk lebih memudahkan manusia dalam bekerja sehinga menjadi lebih efektif , efisien dan produktif.Tentu anda sangat butuh meningkatkan kemampuan kompetensi anda dalam menggnakan sarana sarana itu
c.budaya kerja
Baik secara personal maupun secara struktural siapapun yang lebih berhasil selalu memperlihatkan budaya kerja yang jauh lebih unggul dari yang lainnya. Disiplin waktu , focus , kerapian , kecepatan , ketepatan , kreatifitas dan inovasi kehandalan , kebiasaan selalu belajar , kerja sama adalah budaya kerja yang harus anda naikkan standartnya jika anda secara pribadi sudah memilikinya .
d.moralitas social
anda tidak bisa sukses besar jika anda selalu bekerja sendiri. Akan tetapi jika anda bekerja dengan orang lain , maka anda membutuh ikatan kerja yang menggairahkan dan menggerahkan bagi orang orang disekitar anda agar mereka tetap mau bekerja bersama anda.Ikatan yang saya maksud adalah moralitas and dalam bekerja .Kita sering menyebutnya dengan kecerdasan emosional. Anda harus bisa secara tulus meningkatkan empati , rasa hormat anda kepada sesama , keterbukaan untuk secara lapang dada mengakui kesalahan kesalahan anda , kepedulian untuk memberikan dukugan kepada orang orang anda dalam bekerja serta kebesaran jiwa untuk menoleransi setiap kesalahan yang dibuat orang orang anda karena masih dalam tahap mencoba dan belajar .
e.Jaringan kerja
Tidak bisa dibantah bahwa sukses manusia diabad ini adalah cerita sukses tentang jaringan .Anda harus semakin mendayagunakan kekuatan jaringan ini .
3.Ubah Strategi Kerja .
Strategi berfungsi memberi arah bertindak bagi anda dengan lebih terencana , terfokus , efisien , efektif dan produktif. Dalam strategi anda akan diajak berpikir jauh kedepan , dan diminta menentukan langkah langkah penting apa yang harus diambil pada periode waktu tertentu , dan seberapa besar sumber daya yang harus anda alokasikan secara benar .Anda juga akan dituntut bisa mendahulukan pekerjaan yang lebih penting ketimbang pekerjaan yang sekedar penting . Denga begitu anda bisa meraih hasil hasil yag anda inginkan lebih efektif ( artinya sesuai dengan jenis keberhasilan yang anda inginkan ), lebih efisien ( artinya lebih menghemat sumber daya dalam proses meraihnya ) , dan lebih produktif ( artinya lebih banyak yang dihasilkan dari waktu ke waktu sesuai dengan standart yang anda inginkan .
Akan tetapi anda harus berani melihat apakah strategi anda yang lama telah memperlihatkan itu semua .Jika tidak anda tidak boleh mengulanginya sekali lagi ..Anda harus menggantinya dengan strategi kerja baru
sumber: http://trustcosurabaya.com/bagaimana-mencapai-hasil-hasil-lebih-besar-lagi.html
Senin, 16 Agustus 2010
The Present Continuous Tense - When to use?
1. We use the Present Continuous Tense to talk about activities happening now.
Examples
The kids are watching TV.
I am sitting down, because I am tired.
I am not learning German, because this is an English class.
Who are you writing to?
2. We can also use the Present Continuous Tense to talk about activities happening around now, and not necessarily this very moment.
Examples
Sally is studying really hard for her exams this week.
I am reading a really interesting book now.
How are you brushing up on your English for the trip?
We aren't working hard these days.
3. The Present Continuous Tense is also used to talk about activities happening in the near future, especially for planned future events.
Examples
I am seeing my dentist on Wednesday.
Polly is coming for dinner tomorrow.
Are you doing anything tonight?
We aren't going on holiday next week.
PRESENT CONTINUOUS TENSE
FORM :
[am/is/are + present participle]
Examples:
* You are watching TV.
* Are you watching TV?
* You are not watching TV.
Complete List of Present Continuous Forms
USE 1 Now
Use the Present Continuous with Normal Verbs to express the idea that something is happening now, at this very moment. It can also be used to show that something is not happening now.
Examples:
* You are learning English now.
* You are not swimming now.
* Are you sleeping?
* I am sitting.
* I am not standing.
* Is he sitting or standing?
* They are reading their books.
* They are not watching television.
* What are you doing?
* Why aren't you doing your homework?
USE 2 Longer Actions in Progress Now
In English, "now" can mean: this second, today, this month, this year, this century, and so on. Sometimes, we use the Present Continuous to say that we are in the process of doing a longer action which is in progress; however, we might not be doing it at this exact second.
Examples: (All of these sentences can be said while eating dinner in a restaurant.)
* I am studying to become a doctor.
* I am not studying to become a dentist.
* I am reading the book Tom Sawyer.
* I am not reading any books right now.
* Are you working on any special projects at work?
* Aren't you teaching at the university now?
USE 3 Near Future
Sometimes, speakers use the Present Continuous to indicate that something will or will not happen in the near future.
Examples:
* I am meeting some friends after work.
* I am not going to the party tonight.
* Is he visiting his parents next weekend?
* Isn't he coming with us tonight?
USE 4 Repetition and Irritation with "Always"
The Present Continuous with words such as "always" or "constantly" expresses the idea that something irritating or shocking often happens. Notice that the meaning is like Simple Present, but with negative emotion. Remember to put the words "always" or "constantly" between "be" and "verb+ing."
Examples:
* She is always coming to class late.
* He is constantly talking. I wish he would shut up.
* I don't like them because they are always complaining.
REMEMBER Non-Continuous Verbs/ Mixed Verbs
It is important to remember that Non-Continuous Verbs cannot be used in any continuous tenses. Also, certain non-continuous meanings for Mixed Verbs cannot be used in continuous tenses. Instead of using Present Continuous with these verbs, you must use Simple Present.
Examples:
* She is loving this chocolate ice cream. Not Correct
* She loves this chocolate ice cream. Correct
ADVERB PLACEMENT
The examples below show the placement for grammar adverbs such as: always, only, never, ever, still, just, etc.
Examples:
* You are still watching TV.
* Are you still watching TV?
1. We use the Present Continuous Tense to talk about activities happening now.
Examples
The kids are watching TV.
I am sitting down, because I am tired.
I am not learning German, because this is an English class.
Who are you writing to?
2. We can also use the Present Continuous Tense to talk about activities happening around now, and not necessarily this very moment.
Examples
Sally is studying really hard for her exams this week.
I am reading a really interesting book now.
How are you brushing up on your English for the trip?
We aren't working hard these days.
3. The Present Continuous Tense is also used to talk about activities happening in the near future, especially for planned future events.
Examples
I am seeing my dentist on Wednesday.
Polly is coming for dinner tomorrow.
Are you doing anything tonight?
We aren't going on holiday next week.
PRESENT CONTINUOUS TENSE
FORM :
[am/is/are + present participle]
Examples:
* You are watching TV.
* Are you watching TV?
* You are not watching TV.
Complete List of Present Continuous Forms
USE 1 Now
Use the Present Continuous with Normal Verbs to express the idea that something is happening now, at this very moment. It can also be used to show that something is not happening now.
Examples:
* You are learning English now.
* You are not swimming now.
* Are you sleeping?
* I am sitting.
* I am not standing.
* Is he sitting or standing?
* They are reading their books.
* They are not watching television.
* What are you doing?
* Why aren't you doing your homework?
USE 2 Longer Actions in Progress Now
In English, "now" can mean: this second, today, this month, this year, this century, and so on. Sometimes, we use the Present Continuous to say that we are in the process of doing a longer action which is in progress; however, we might not be doing it at this exact second.
Examples: (All of these sentences can be said while eating dinner in a restaurant.)
* I am studying to become a doctor.
* I am not studying to become a dentist.
* I am reading the book Tom Sawyer.
* I am not reading any books right now.
* Are you working on any special projects at work?
* Aren't you teaching at the university now?
USE 3 Near Future
Sometimes, speakers use the Present Continuous to indicate that something will or will not happen in the near future.
Examples:
* I am meeting some friends after work.
* I am not going to the party tonight.
* Is he visiting his parents next weekend?
* Isn't he coming with us tonight?
USE 4 Repetition and Irritation with "Always"
The Present Continuous with words such as "always" or "constantly" expresses the idea that something irritating or shocking often happens. Notice that the meaning is like Simple Present, but with negative emotion. Remember to put the words "always" or "constantly" between "be" and "verb+ing."
Examples:
* She is always coming to class late.
* He is constantly talking. I wish he would shut up.
* I don't like them because they are always complaining.
REMEMBER Non-Continuous Verbs/ Mixed Verbs
It is important to remember that Non-Continuous Verbs cannot be used in any continuous tenses. Also, certain non-continuous meanings for Mixed Verbs cannot be used in continuous tenses. Instead of using Present Continuous with these verbs, you must use Simple Present.
Examples:
* She is loving this chocolate ice cream. Not Correct
* She loves this chocolate ice cream. Correct
ADVERB PLACEMENT
The examples below show the placement for grammar adverbs such as: always, only, never, ever, still, just, etc.
Examples:
* You are still watching TV.
* Are you still watching TV?
Belajar Inggris: Introduction Expression
Berikut ini akan membahas beberapa ekspresi untuk memperkenalkan diri. Materi ini lebih dikhususkan bagi adik-adik SMP dan SMA nmun tak menutup kemungkinan semua bias mmpelajari kembali materi dasar. Untuk mempelajari yang sulit kita haris memulai dari yang mudhkan?? Semalat belajar!!!
Expressions Functions
My name is Andi. (Mengenalkan diri sendiri)
I’m Denias. (Mengenalkan kamu)
Denias, this is Adib. (Mengenalkan seseorang)
Let me introduce myself. My name is … (Mengenalkan diri sendiri)
I’d like to introduce myself. My name is … (Mengenalkan diri sendiri)
Allow me to introduce myself. My name is … (Mengenalkan diri sendiri)
I’d like to introduce … (Mengenalkan orang lain)
Let me introduce … (Mengenalkan orang lain)
Allow me to introduce … Mengenalkan orang lain
Coba jawab latihan berikut ini. Dibwah ini merupakan jawaban, pilihlah jawaban yangsesuai!!
Hi, Retno. My name is Adib.
this is Retno. I’m Arnys.Adib :
Hi, Are you a new student?
Arnys : Yes, I am. By the way, are you a new student, too?
Adib : I’m a new student too. 1) ______________________
Arnys : 2) _________________ Well, Adib, 3) __________________
She was my classmate in the Junior High School.
Adib : 4) ________________ Nice to meet you?
Retno: Nice to meet you too.
Adib : Anyway, we still have half an hour before the class starts. Shall we go to the canteen? Arnys &
Retno : Okay.
Berikut ini contoh cara memperkenalkan diri kepada seseorang!!(buat yang mau interview kerja pakai bahasa inggris penting juga buat mempelajari ini lho)
Good morning, everybody! Let me introduce myself. My name is Anita Mumpuni. I was born in Semarang, on 29 August 1992. I live at Diponegoro street no. 27. My hobbies are dancing, singing, and swimming. I want to be a professional dancer someday. I joined the music club in the Junior High School. Now, I join the dancing club. I practice hard to reach my ambition.
Sumber: sma10bhsing Interlanguage JokoPriyana
Expressions Functions
My name is Andi. (Mengenalkan diri sendiri)
I’m Denias. (Mengenalkan kamu)
Denias, this is Adib. (Mengenalkan seseorang)
Let me introduce myself. My name is … (Mengenalkan diri sendiri)
I’d like to introduce myself. My name is … (Mengenalkan diri sendiri)
Allow me to introduce myself. My name is … (Mengenalkan diri sendiri)
I’d like to introduce … (Mengenalkan orang lain)
Let me introduce … (Mengenalkan orang lain)
Allow me to introduce … Mengenalkan orang lain
Coba jawab latihan berikut ini. Dibwah ini merupakan jawaban, pilihlah jawaban yangsesuai!!
Hi, Retno. My name is Adib.
this is Retno. I’m Arnys.Adib :
Hi, Are you a new student?
Arnys : Yes, I am. By the way, are you a new student, too?
Adib : I’m a new student too. 1) ______________________
Arnys : 2) _________________ Well, Adib, 3) __________________
She was my classmate in the Junior High School.
Adib : 4) ________________ Nice to meet you?
Retno: Nice to meet you too.
Adib : Anyway, we still have half an hour before the class starts. Shall we go to the canteen? Arnys &
Retno : Okay.
Berikut ini contoh cara memperkenalkan diri kepada seseorang!!(buat yang mau interview kerja pakai bahasa inggris penting juga buat mempelajari ini lho)
Good morning, everybody! Let me introduce myself. My name is Anita Mumpuni. I was born in Semarang, on 29 August 1992. I live at Diponegoro street no. 27. My hobbies are dancing, singing, and swimming. I want to be a professional dancer someday. I joined the music club in the Junior High School. Now, I join the dancing club. I practice hard to reach my ambition.
Sumber: sma10bhsing Interlanguage JokoPriyana
Recount text
Teks recount adalah teks yang menjelaskan atau melaporkan mengenai sebuah peristiwa atau kejadian yang terjadi di masa lampau dengan tujuan untuk menginformasikan atau menghibur.
Struktur teks recount, yaitu:
1. Orientation: Informasi pembuka yang dapat menjawab siapa, kapan, dan dimana.
2. Events: Urutan kejadian yang ditulis secara kronologis.
3. Reorientation: Penutup
Contoh teks recount:
My Adventure at Leang-Leang Cave
On Sunday, my parents, my best friend Novi, and I visited a cave at Maros called Leang-leang. It was my first time to visit the cave, better yet, my best friend came to visit it with me!
The cave was famous for its primitive cave wall paintings which were some hand prints and wild boar paintings. The cave and its surroundings was turned into a national park, so it was taken care of. My parents took a rest in a small hut for visitors of the park, while Novi and I adventured around the cave with a guide. We had to climb some metal stairs to get to the cave, because the cave was embedded into a small mountain. Next stop was a place where some seashells littered the ground and some were actually piled into a big mound! The guide said that these piles of seashells are called kjokkenmoddinger, or kitchen trash. The humans who lived here ate the shells and dumped the left overs in their 'kitchen'. The last place was a small museum where they have skeletons of the humans who lived in the caves. The skeletons along with some roughly made jewelry and weapons were placed inside glass cases for display. The walls of the museum were adorned with photographs taken when they did an excavation there.
After a quick lunch with Novi and my parents, we decided it was time to go back home. We really had the time of our lives!
Struktur teks recount, yaitu:
1. Orientation: Informasi pembuka yang dapat menjawab siapa, kapan, dan dimana.
2. Events: Urutan kejadian yang ditulis secara kronologis.
3. Reorientation: Penutup
Contoh teks recount:
My Adventure at Leang-Leang Cave
On Sunday, my parents, my best friend Novi, and I visited a cave at Maros called Leang-leang. It was my first time to visit the cave, better yet, my best friend came to visit it with me!
The cave was famous for its primitive cave wall paintings which were some hand prints and wild boar paintings. The cave and its surroundings was turned into a national park, so it was taken care of. My parents took a rest in a small hut for visitors of the park, while Novi and I adventured around the cave with a guide. We had to climb some metal stairs to get to the cave, because the cave was embedded into a small mountain. Next stop was a place where some seashells littered the ground and some were actually piled into a big mound! The guide said that these piles of seashells are called kjokkenmoddinger, or kitchen trash. The humans who lived here ate the shells and dumped the left overs in their 'kitchen'. The last place was a small museum where they have skeletons of the humans who lived in the caves. The skeletons along with some roughly made jewelry and weapons were placed inside glass cases for display. The walls of the museum were adorned with photographs taken when they did an excavation there.
After a quick lunch with Novi and my parents, we decided it was time to go back home. We really had the time of our lives!
contoh recount text
Recount Text:
My Day at the Beach
Last week my friend and I were bored after three weeks of holidays, so we rode our bikes to Smith Beach, which is only five kilometres from where I live. When we arrived at the beach, we were surprised to see there was hardly anyone there.
After having a quick dip in the ocean, which was really cold, we realized one reason there were not many people there. It was also quite windy. After we bought some hot chips at the takeaway store nearby, we rode our bikes down the beach for a while, on the hard, damp part of the sand. We had the wind behind us and, before we knew it, we were many miles down the beach.
Before we made the long trip back, we decided to paddle our feet in the water for a while, and then sit down for a rest. While we were sitting on the beach, just chatting, it suddenly dawned on us that all the way back, we would be riding into the strong wind.
When we finally made it back home, we were both totally exhausted! But we learned some good lessons that day.
My Day at the Beach
Last week my friend and I were bored after three weeks of holidays, so we rode our bikes to Smith Beach, which is only five kilometres from where I live. When we arrived at the beach, we were surprised to see there was hardly anyone there.
After having a quick dip in the ocean, which was really cold, we realized one reason there were not many people there. It was also quite windy. After we bought some hot chips at the takeaway store nearby, we rode our bikes down the beach for a while, on the hard, damp part of the sand. We had the wind behind us and, before we knew it, we were many miles down the beach.
Before we made the long trip back, we decided to paddle our feet in the water for a while, and then sit down for a rest. While we were sitting on the beach, just chatting, it suddenly dawned on us that all the way back, we would be riding into the strong wind.
When we finally made it back home, we were both totally exhausted! But we learned some good lessons that day.
Kamis, 29 Juli 2010
Tarhib Ramadhan
TARHIIB RAMADHAN
Alhamdulillah, pada tahun ini kita-insya Allah- akan kembali bertemu dengan tamu mulia bulan suci Ramadhan. Bulan penuh berkah, rahmat dan maghfirah, bulan diwajibkan shiyam dan diturunkan Al-Qur’an sebagai hidayah untuk manusia. Malam diturunkan Al-Qur’an disebut Malam Kemuliaan (Lailatul Qodr) yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan ibadah dan pembinaan kaum muslimin menuju derajat muttaqiin.
Khutbah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam menyambut Ramadhan
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sangat gembira dan memberikan kabar gembira kepada umatnya dengan datangnya bulan Ramadhan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan keutamaan-keutamaannya dalam pidato penyambutan bulan suci Ramadhan:
عَنْ سَلْمَانَ الفَارِسِي قَالَ: خَطَبَنَا رَسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَان فقال "يا أيها الناسَ قَدْ أَظَلَّكُم شَهْرٌ عَظِيْمٌ شهرٌ مُباركٌ، شهرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، وَجَعَلَ اللهُ تَعَالى صِيَامَهُ فَرِيْضَةً وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فريضةً فِيْهِ كان كمن أدّى سَبْعِيْنَ فريضةً فيما سواه، وهو شهرُ الصبرِ وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّة، وشهرُ الْمُوَاسَاةِ وشهرٌ يُزَادُ فِيْهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ، مَنَ فَطََّرَ فِيْهِ صَائِمًا كان لَهُ مغفرةً لِذُنُوْبِهِ، وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ، وكان له مثلَ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أنْ يَنْقُصَ مِن أجرِه شيء. قُلْنَا: يَا رسولَ اللهِ لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يُفَطِّرُ الصَائم؟ فقال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: يُعْطِي اللهُ هذا الثوابَ مَنْ فطَّر صائما على مَذْقَةِ لَبَنٍ، أو تَمْرَةٍ، أو شربةٍ مِنْ مَاءٍ، ومَنْ أَشْبَعَ صَائِمًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِي شربةً لاَ يَظْمَأ حتَّى يدخلَ الجنةِ، وهو شهرٌ أَوَّلُهُ رحمةٌ وَأَوْسَطُهُ مغفرةٌ، وآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ، مَن خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ فيه غَفَرَ له وأَعْتَقَهُ مِنَ النار، فَاسْتَكْثِرُوْا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ: خَصْلَتَانِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ، وَخَصْلَتَانِ لاَ غِنَى بِكُمْ عَنْهُمَا. فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ فَشَهَادَةُ أنْ لاَ إله إلاَّ الله وَتَسْتَغْفِرُوْنَهُ، وأمَّا اللتان لا غِنَى بِكم عنهما فَتَسْأَلُوْنَ الجنةَ وَتَعُوذُونَ بِهِ مِنَ النَّارِ وَمَنْ أَشْبَعَ فيه صائما سقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِي شُربةً لاَ يَظْمَأُ حتَّى يدخلَ الجنة
Dari Salman Al-Farisi ra. berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah pada hari terakhir bulan Sya’ban: Wahai manusia telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah, didalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib, dan qiyamul lailnya sunnah. Siapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan, maka seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan yang lain. Siapa yang melaksanakan kewajiban, maka seperti melaksanakan 70 kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran balasannya adalah surga. Bulan solidaritas, dan bulan ditambahkan rizki orang beriman. Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun ». kami berkata : »Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam Tidak semua kita dapat memberi makan orang yang berpuasa ? ». Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan satu biji kurma atau seteguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan dimana awalnya rahmat, tengahnya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka . Siapa yang meringankan orang yang dimilikinya , maka Allah mengampuninya dan dibebaskan dari api neraka. Perbanyaklah melakukan 4 hal; dua perkara membuat Allah ridha dan dua perkara Allah tidak butuh dengannya. 2 hal itu adalah; Syahadat Laa ilaha illallah dan beristighfar kepada-Nya. Adapaun 2 hal yang Allah tidak butuh adalah engkau meminta surga dan berlindung dari api neraka. Siapa yang membuat kenyang orang berpuasa, Allah akan memberikan minum dari telagaku (Rasul saw) satu kali minuman yang tidak akan pernah haus sampai masuk surga” (HR al-‘Uqaili, Ibnu Huzaimah, al-Baihaqi, al-Khatib dan al-Asbahani).
Persiapan Diri Secara Maksimal
a. Persiapan Mental
Persiapan mental untuk puasa dan ibadah terkait lainnya sangat penting. Apalagi pada saat menjelang hari-hari terakhir, karena tarikan keluarga yang ingin belanja mempersiapkan hari raya, pulang kampung dll, sangat mempengaruhi umat Islam dalam menunaikan kekhusu’an ibadah Ramadhan. Dan kesuksesan ibadah Ramadhan seorang muslim dilihat dari akhirnya. Jika akhir Ramadhan diisi dengan i’tikaf dan taqarrub yang lainnya, maka insya Allah dia termasuk yang sukses dalam melaksanakan ibadah Ramadhan.
b. Persiapan ruhiyah (spiritual)
Persiapan ruhiyah dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an saum sunnah, dzikir, do’a dll. Dalam hal mempersiapkan ruhiyah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. berkata:” Saya tidak melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban” (HR Muslim).
c. Persiapan fikriyah
Persiapan fikriyah atau akal dilakukan dengan mendalami ilmu, khususnya ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan. Banyak orang yang berpuasa tidak menghasilan kecuali lapar dan dahaga. Hal ini dilakuakan karena puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup. Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka.
d. Persiapan Fisik dan Materi
Seorang muslim tidak akan mampu atau berbuat maksimal dalam berpuasa jika fisiknya sakit. Oleh karena itu mereka dituntut untuk menjaga kesehatan fisik, kebersihan rumah, masjid dan lingkungan. Rasulullah mencontohkan kepada umat agar selama berpuasa tetap memperhatikan kesehatan. Hal ini terlihat dari beberapa peristiwa di bawah ini :
• Menyikat gigi dengan siwak (HR. Bukhori dan Abu Daud).
• Berobat seperti dengan berbekam (Al-Hijamah) seperti yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim.
• Memperhatikan penampilan, seperti pernah diwasiatkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabat Abdullah ibnu Mas’ud ra, agar memulai puasa dengan penampilan baik dan tidak dengan wajah yang cemberut. (HR. Al-Haitsami).
Sarana penunjang yang lain yang harus disiapkan adalah materi yang halal. untuk bekal ibadah Ramadhan. Idealnya seorang muslim telah menabung selama 11 bulan sebagai bekal ibadah Ramadhan. Sehingga ketika datang Ramadhan, dia dapat beribadah secara khusu’ dan tidak berlebihan atau ngoyo dalam mencari harta atau kegiatan lain yang mengganggu kekhusu’an ibadah Ramadhan.
Merencanakan Peningkatan Prestasi Ibadah (Syahrul Ibadah)
Ibadah Ramadhan dari tahun ke tahun harus meningkat. Tahun depan harus lebih baik dari tahun ini, dan tahun ini harus lebih baik dari tahun lalu. Ibadah Ramadhan yang kita lakukan harus dapat merubah dan memberikan output yang positif. Perubahan pribadi, perubahan keluarga, perubahan masyarakat dan perubahan sebuah bangsa. Allah SWT berfirman : « Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri » (QS AR- Ra’du 11).
Diantara bentuk-bentuk peningkatan amal Ibadah seorang muslim di bulan Ramadhan, misalnya; peningkatan, ibadah puasa, peningkatan dalam tilawah Al-Qur’an, hafalan, pemahaman dan pengamalan. Peningkatan dalam aktifitas sosial, seperti: infak, memberi makan kepada tetangga dan fakir-miskin, santunan terhadap anak yatim, beasiswa terhadap siswa yang membutuhkan dan meringankan beban umat Islam. Juga merencanakan untuk mengurangi pola hidup konsumtif dan memantapkan tekad untuk tidak membelanjakan hartanya, kecuali kepada pedagang dan produksi negeri kaum muslimin, kecuali dalam keadaan yang sulit (haraj).
Mengutamakan Ukhuwah Islamiyah dan Persatuan Umat Islam
Bulan Ramadhan adalah bulah rahmat, dimana kasih sayang dan persaudaraan harus diutamakan dari yang lainnya. Ukhuwah Islamiyah adalah prinsip dari kebaikan umat Islam. Sehingga ibadah Ramadhan harus berdampak pada ukhuwah Islamiyah. Dan ukhuwah Islamiyah ini harus terlihat jelas dalam penentuan awal dan akhir Ramadhan dan mengsisi ibadah Ramadhan. Namun demikian, semuanya harus tetap komitmen dengan Al-Qur’an dan Sunnah.
Diperlukan sikap bijak dari para ulama untuk bertemu dan duduk dalam satu majelis bersama pemerintah (Departemen Agama) menentukan kesamaan awal dan akhir Ramadhan. Tentunya berdasarkan argumentasi ilmiyah yang kuat dan landasan-landasan yang kokoh berdasarkan Syariat Islam. Memang perbedaan pendapat (dalam masalah furu) adalah rahmat. Tetapi kesamaan penentuan awal dan akhir Ramadhan lebih lebih dekat dari rahmat Allah yang diberikan kepada orang-orang yang bertaqwa. Perbedaan pendapat dalam penentuan awal dan akhir Ramadhan adalah suatu pertanda belum terbangun kuatnya budaya syuro’, ukhuwah Islamiyah dan pembahasan ilmiyah dalam tubuh umat Islam, lebih khusus lagi para ulamanya.
Ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat Islam jauh lebih penting dari ibadah-ibadah sunnah dan perbedaan pendapat tetapi menimbulkan perpecahan.
Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrut Taubah (Bulan Taubat)
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana syetan dibelenggu, hawa nafsu dikendalikan dengan puasa, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka. Sehingga bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat kondusif untuk bertaubat dan memulai hidup baru dengan langkah baru yang lebih Islami.
Taubat berarti meninggalkan kemaksiatan, dosa dan kesalahan serta kembali kepada kebenaran. Atau kembalinya hamba kepada Allah SWT, meninggalkan jalan orang yang dimurkai dan jalan orang yang sesat.
Taubat bukan hanya terkait dengan meninggalkan kemaksiatan, tetapi juga terkait dengan pelaksanaan perintah Allah. Orang yang bertaubat masuk kelompok yang beruntung. Allah SWT. berfirman: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS An-Nuur 31).
Oleh karena itu, di bulan bulan Ramadhan orang-orang beriman harus memperbanyak istighfar dan taubah kepada Allah SWT. Mengakui kesalahan dan meminta ma’af kepada sesama manusia yang dizhaliminya serta mengembalikan hak-hak mereka. Taubah dan istighfar menjadi syarat utama untuk mendapat maghfiroh (ampunan), rahmat dan karunia Allah SWT. “Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (QS Hud 52)
Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah, Da’wah
Bulan Ramadhan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para da’i dan ulama untuk melakukan da’wah dan tarbiyah. Terus melakukan gerakan reformasi (harakatul ishlah). Membuka pintu-pintu hidayah dan menebar kasih sayang bagi sesama. Meningkatkan kepekaan untuk menolak kezhaliman dan kemaksiatan. Menyebarkan syiar Islam dan meramaikan masjid dengan aktifitas ta’lim, kajian kitab, diskusi, ceramah dll, sampai terwujud perubahan-perubahan yang esensial dan positif dalam berbagai bidang kehidupan. Ramadhan bukan bulan istirahat yang menyebabkan mesin-mesin kebaikan berhenti bekerja, tetapi momentum tahunan terbesar untuk segala jenis kebaikan, sehingga kebaikan itulah yang dominan atas keburukan. Dan dominasi kebaikan bukan hanya dibulan Ramadhan, tetapi juga diluar Ramadhan
Mengambil Keberkahan Ramadhan secara Semaksimal
Ramadhan adalah bulan penuh berkah, penuh berkah dari semua sisi kebaikan. Oleh karena itu, umat Islah harus mengembail keberkahan Ramadhan dari semua aktifitas positif dan dapat memajukan Islam dan umat Islam. Termasuk dari sisi ekonomi, sosial, budaya dan pemberdayaan umat. Namun demikian semua aktifitas yang positif itu tidak sampai mengganggu kekhusu’an ibadah ramadhan terutama di 10 terakhir bulan Ramadhan.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan bulan puasa sebagai bulan penuh amaliyah dan aktivitas positif. Selain yang telah tergambar seperti tersebut di muka, beliau juga aktif melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan. Rasulullah saw . menikahkan putrinya (Fathimah) dengan Ali RA, menikahi Hafsah dan Zainab.
Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul Muhasabah (Bulan Evaluasi)
Dan terakhir, semua ibadah Ramadhan yang telah dilakukan tidak boleh lepas dari muhasabah atau evaluasi. Muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah kita perbuat dengan senantiasa menajamkan mata hati (bashirah), sehingga kita tidak menjadi orang/kelompok yang selalu mencari-cari kesalahan orang/kelompok lain tanpa mau bergeser dari perbuatan kita sendiri yang mungkin jelas kesalahannya.
Semoga Allah SWT senantiasa menerima shiyam kita dan amal shaleh lainnya dan mudah-mudahan tarhib ini dapat membangkitkan semangat beribadah kita sekalian sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera. Dan itu baru akan terwujud jika bangsa ini yang mayoritasnya adalah umat Islam kembali kepada Syariat Allah.
diambil dari Buku : PANDUAN IBADAH RAMADHAN DEWAN SYARIAH PUSAT PARTAI KEADILAN SEJAHTERA yang diedit oleh Iman Santoso, Lc.
Alhamdulillah, pada tahun ini kita-insya Allah- akan kembali bertemu dengan tamu mulia bulan suci Ramadhan. Bulan penuh berkah, rahmat dan maghfirah, bulan diwajibkan shiyam dan diturunkan Al-Qur’an sebagai hidayah untuk manusia. Malam diturunkan Al-Qur’an disebut Malam Kemuliaan (Lailatul Qodr) yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan ibadah dan pembinaan kaum muslimin menuju derajat muttaqiin.
Khutbah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam menyambut Ramadhan
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sangat gembira dan memberikan kabar gembira kepada umatnya dengan datangnya bulan Ramadhan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan keutamaan-keutamaannya dalam pidato penyambutan bulan suci Ramadhan:
عَنْ سَلْمَانَ الفَارِسِي قَالَ: خَطَبَنَا رَسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَان فقال "يا أيها الناسَ قَدْ أَظَلَّكُم شَهْرٌ عَظِيْمٌ شهرٌ مُباركٌ، شهرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، وَجَعَلَ اللهُ تَعَالى صِيَامَهُ فَرِيْضَةً وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فريضةً فِيْهِ كان كمن أدّى سَبْعِيْنَ فريضةً فيما سواه، وهو شهرُ الصبرِ وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّة، وشهرُ الْمُوَاسَاةِ وشهرٌ يُزَادُ فِيْهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ، مَنَ فَطََّرَ فِيْهِ صَائِمًا كان لَهُ مغفرةً لِذُنُوْبِهِ، وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ، وكان له مثلَ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أنْ يَنْقُصَ مِن أجرِه شيء. قُلْنَا: يَا رسولَ اللهِ لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يُفَطِّرُ الصَائم؟ فقال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: يُعْطِي اللهُ هذا الثوابَ مَنْ فطَّر صائما على مَذْقَةِ لَبَنٍ، أو تَمْرَةٍ، أو شربةٍ مِنْ مَاءٍ، ومَنْ أَشْبَعَ صَائِمًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِي شربةً لاَ يَظْمَأ حتَّى يدخلَ الجنةِ، وهو شهرٌ أَوَّلُهُ رحمةٌ وَأَوْسَطُهُ مغفرةٌ، وآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ، مَن خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ فيه غَفَرَ له وأَعْتَقَهُ مِنَ النار، فَاسْتَكْثِرُوْا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ: خَصْلَتَانِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ، وَخَصْلَتَانِ لاَ غِنَى بِكُمْ عَنْهُمَا. فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ فَشَهَادَةُ أنْ لاَ إله إلاَّ الله وَتَسْتَغْفِرُوْنَهُ، وأمَّا اللتان لا غِنَى بِكم عنهما فَتَسْأَلُوْنَ الجنةَ وَتَعُوذُونَ بِهِ مِنَ النَّارِ وَمَنْ أَشْبَعَ فيه صائما سقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِي شُربةً لاَ يَظْمَأُ حتَّى يدخلَ الجنة
Dari Salman Al-Farisi ra. berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah pada hari terakhir bulan Sya’ban: Wahai manusia telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah, didalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib, dan qiyamul lailnya sunnah. Siapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan, maka seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan yang lain. Siapa yang melaksanakan kewajiban, maka seperti melaksanakan 70 kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran balasannya adalah surga. Bulan solidaritas, dan bulan ditambahkan rizki orang beriman. Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun ». kami berkata : »Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam Tidak semua kita dapat memberi makan orang yang berpuasa ? ». Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan satu biji kurma atau seteguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan dimana awalnya rahmat, tengahnya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka . Siapa yang meringankan orang yang dimilikinya , maka Allah mengampuninya dan dibebaskan dari api neraka. Perbanyaklah melakukan 4 hal; dua perkara membuat Allah ridha dan dua perkara Allah tidak butuh dengannya. 2 hal itu adalah; Syahadat Laa ilaha illallah dan beristighfar kepada-Nya. Adapaun 2 hal yang Allah tidak butuh adalah engkau meminta surga dan berlindung dari api neraka. Siapa yang membuat kenyang orang berpuasa, Allah akan memberikan minum dari telagaku (Rasul saw) satu kali minuman yang tidak akan pernah haus sampai masuk surga” (HR al-‘Uqaili, Ibnu Huzaimah, al-Baihaqi, al-Khatib dan al-Asbahani).
Persiapan Diri Secara Maksimal
a. Persiapan Mental
Persiapan mental untuk puasa dan ibadah terkait lainnya sangat penting. Apalagi pada saat menjelang hari-hari terakhir, karena tarikan keluarga yang ingin belanja mempersiapkan hari raya, pulang kampung dll, sangat mempengaruhi umat Islam dalam menunaikan kekhusu’an ibadah Ramadhan. Dan kesuksesan ibadah Ramadhan seorang muslim dilihat dari akhirnya. Jika akhir Ramadhan diisi dengan i’tikaf dan taqarrub yang lainnya, maka insya Allah dia termasuk yang sukses dalam melaksanakan ibadah Ramadhan.
b. Persiapan ruhiyah (spiritual)
Persiapan ruhiyah dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an saum sunnah, dzikir, do’a dll. Dalam hal mempersiapkan ruhiyah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. berkata:” Saya tidak melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban” (HR Muslim).
c. Persiapan fikriyah
Persiapan fikriyah atau akal dilakukan dengan mendalami ilmu, khususnya ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan. Banyak orang yang berpuasa tidak menghasilan kecuali lapar dan dahaga. Hal ini dilakuakan karena puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup. Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka.
d. Persiapan Fisik dan Materi
Seorang muslim tidak akan mampu atau berbuat maksimal dalam berpuasa jika fisiknya sakit. Oleh karena itu mereka dituntut untuk menjaga kesehatan fisik, kebersihan rumah, masjid dan lingkungan. Rasulullah mencontohkan kepada umat agar selama berpuasa tetap memperhatikan kesehatan. Hal ini terlihat dari beberapa peristiwa di bawah ini :
• Menyikat gigi dengan siwak (HR. Bukhori dan Abu Daud).
• Berobat seperti dengan berbekam (Al-Hijamah) seperti yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim.
• Memperhatikan penampilan, seperti pernah diwasiatkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabat Abdullah ibnu Mas’ud ra, agar memulai puasa dengan penampilan baik dan tidak dengan wajah yang cemberut. (HR. Al-Haitsami).
Sarana penunjang yang lain yang harus disiapkan adalah materi yang halal. untuk bekal ibadah Ramadhan. Idealnya seorang muslim telah menabung selama 11 bulan sebagai bekal ibadah Ramadhan. Sehingga ketika datang Ramadhan, dia dapat beribadah secara khusu’ dan tidak berlebihan atau ngoyo dalam mencari harta atau kegiatan lain yang mengganggu kekhusu’an ibadah Ramadhan.
Merencanakan Peningkatan Prestasi Ibadah (Syahrul Ibadah)
Ibadah Ramadhan dari tahun ke tahun harus meningkat. Tahun depan harus lebih baik dari tahun ini, dan tahun ini harus lebih baik dari tahun lalu. Ibadah Ramadhan yang kita lakukan harus dapat merubah dan memberikan output yang positif. Perubahan pribadi, perubahan keluarga, perubahan masyarakat dan perubahan sebuah bangsa. Allah SWT berfirman : « Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri » (QS AR- Ra’du 11).
Diantara bentuk-bentuk peningkatan amal Ibadah seorang muslim di bulan Ramadhan, misalnya; peningkatan, ibadah puasa, peningkatan dalam tilawah Al-Qur’an, hafalan, pemahaman dan pengamalan. Peningkatan dalam aktifitas sosial, seperti: infak, memberi makan kepada tetangga dan fakir-miskin, santunan terhadap anak yatim, beasiswa terhadap siswa yang membutuhkan dan meringankan beban umat Islam. Juga merencanakan untuk mengurangi pola hidup konsumtif dan memantapkan tekad untuk tidak membelanjakan hartanya, kecuali kepada pedagang dan produksi negeri kaum muslimin, kecuali dalam keadaan yang sulit (haraj).
Mengutamakan Ukhuwah Islamiyah dan Persatuan Umat Islam
Bulan Ramadhan adalah bulah rahmat, dimana kasih sayang dan persaudaraan harus diutamakan dari yang lainnya. Ukhuwah Islamiyah adalah prinsip dari kebaikan umat Islam. Sehingga ibadah Ramadhan harus berdampak pada ukhuwah Islamiyah. Dan ukhuwah Islamiyah ini harus terlihat jelas dalam penentuan awal dan akhir Ramadhan dan mengsisi ibadah Ramadhan. Namun demikian, semuanya harus tetap komitmen dengan Al-Qur’an dan Sunnah.
Diperlukan sikap bijak dari para ulama untuk bertemu dan duduk dalam satu majelis bersama pemerintah (Departemen Agama) menentukan kesamaan awal dan akhir Ramadhan. Tentunya berdasarkan argumentasi ilmiyah yang kuat dan landasan-landasan yang kokoh berdasarkan Syariat Islam. Memang perbedaan pendapat (dalam masalah furu) adalah rahmat. Tetapi kesamaan penentuan awal dan akhir Ramadhan lebih lebih dekat dari rahmat Allah yang diberikan kepada orang-orang yang bertaqwa. Perbedaan pendapat dalam penentuan awal dan akhir Ramadhan adalah suatu pertanda belum terbangun kuatnya budaya syuro’, ukhuwah Islamiyah dan pembahasan ilmiyah dalam tubuh umat Islam, lebih khusus lagi para ulamanya.
Ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat Islam jauh lebih penting dari ibadah-ibadah sunnah dan perbedaan pendapat tetapi menimbulkan perpecahan.
Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrut Taubah (Bulan Taubat)
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana syetan dibelenggu, hawa nafsu dikendalikan dengan puasa, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka. Sehingga bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat kondusif untuk bertaubat dan memulai hidup baru dengan langkah baru yang lebih Islami.
Taubat berarti meninggalkan kemaksiatan, dosa dan kesalahan serta kembali kepada kebenaran. Atau kembalinya hamba kepada Allah SWT, meninggalkan jalan orang yang dimurkai dan jalan orang yang sesat.
Taubat bukan hanya terkait dengan meninggalkan kemaksiatan, tetapi juga terkait dengan pelaksanaan perintah Allah. Orang yang bertaubat masuk kelompok yang beruntung. Allah SWT. berfirman: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS An-Nuur 31).
Oleh karena itu, di bulan bulan Ramadhan orang-orang beriman harus memperbanyak istighfar dan taubah kepada Allah SWT. Mengakui kesalahan dan meminta ma’af kepada sesama manusia yang dizhaliminya serta mengembalikan hak-hak mereka. Taubah dan istighfar menjadi syarat utama untuk mendapat maghfiroh (ampunan), rahmat dan karunia Allah SWT. “Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (QS Hud 52)
Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah, Da’wah
Bulan Ramadhan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para da’i dan ulama untuk melakukan da’wah dan tarbiyah. Terus melakukan gerakan reformasi (harakatul ishlah). Membuka pintu-pintu hidayah dan menebar kasih sayang bagi sesama. Meningkatkan kepekaan untuk menolak kezhaliman dan kemaksiatan. Menyebarkan syiar Islam dan meramaikan masjid dengan aktifitas ta’lim, kajian kitab, diskusi, ceramah dll, sampai terwujud perubahan-perubahan yang esensial dan positif dalam berbagai bidang kehidupan. Ramadhan bukan bulan istirahat yang menyebabkan mesin-mesin kebaikan berhenti bekerja, tetapi momentum tahunan terbesar untuk segala jenis kebaikan, sehingga kebaikan itulah yang dominan atas keburukan. Dan dominasi kebaikan bukan hanya dibulan Ramadhan, tetapi juga diluar Ramadhan
Mengambil Keberkahan Ramadhan secara Semaksimal
Ramadhan adalah bulan penuh berkah, penuh berkah dari semua sisi kebaikan. Oleh karena itu, umat Islah harus mengembail keberkahan Ramadhan dari semua aktifitas positif dan dapat memajukan Islam dan umat Islam. Termasuk dari sisi ekonomi, sosial, budaya dan pemberdayaan umat. Namun demikian semua aktifitas yang positif itu tidak sampai mengganggu kekhusu’an ibadah ramadhan terutama di 10 terakhir bulan Ramadhan.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan bulan puasa sebagai bulan penuh amaliyah dan aktivitas positif. Selain yang telah tergambar seperti tersebut di muka, beliau juga aktif melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan. Rasulullah saw . menikahkan putrinya (Fathimah) dengan Ali RA, menikahi Hafsah dan Zainab.
Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul Muhasabah (Bulan Evaluasi)
Dan terakhir, semua ibadah Ramadhan yang telah dilakukan tidak boleh lepas dari muhasabah atau evaluasi. Muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah kita perbuat dengan senantiasa menajamkan mata hati (bashirah), sehingga kita tidak menjadi orang/kelompok yang selalu mencari-cari kesalahan orang/kelompok lain tanpa mau bergeser dari perbuatan kita sendiri yang mungkin jelas kesalahannya.
Semoga Allah SWT senantiasa menerima shiyam kita dan amal shaleh lainnya dan mudah-mudahan tarhib ini dapat membangkitkan semangat beribadah kita sekalian sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera. Dan itu baru akan terwujud jika bangsa ini yang mayoritasnya adalah umat Islam kembali kepada Syariat Allah.
diambil dari Buku : PANDUAN IBADAH RAMADHAN DEWAN SYARIAH PUSAT PARTAI KEADILAN SEJAHTERA yang diedit oleh Iman Santoso, Lc.
Langganan:
Postingan (Atom)